Thursday, November 10, 2011

Religion and Respect


Religion and Respect
Most people are governed by the religion and humanity of some sort.  Although there’s a high rate of declining within the people that is loyal and abiding with their religion.

Dalam ramai ramai manusia yang telah diberikan gelaran2 yang agama masing2 berikan untuk orang2 yang dianggap dihormati, dan layak untuk dihormati, tak ramai yang gunakan gelaran2 yang diberikan dengan betul
Orang Islam ada alim ulama, ada ustaz ustazah, Christian ada father and sister, pope, Jews ada rabbi, Buddhists ada Monk, and almost setiap agama ada wakil in some sort sebab mereka ada pengetahuan yang lebih mendalam tentang agama yang mereka anuti. Itu adalah salah satu cara untuk kita hormati agama, dengan melihat secara zahir dan batin apa yang wakil agama mereka lakukan saban hari.

Betul, setiap manusia ada nafsu tak kiralah siapa pun mereka, tapi once mereka dah dimartabatkan dengan gelaran sekian sekian, they should be responsible dengan gelaran tu. Mereka adalah orang2 yang dipertanggungjawabkan untuk menjaga imej agama masing2 kerana mereka lebih mengetahui tentang selok belok agama, lebih dari yang orang orang biasa mampu faham.

So, orang orang yang diberikan gelaran2 yang mampu membuatkan orang biasa hormat, wajib menjaga imej mereka dengan lebih effective and efficient sebab semua orang tahu, mereka tahu lebih banyak tentang agama masing2 at some point of knowledge.

Mungkin gelaran2 yang diberikan adalah salah satu lesen untuk preach tentang agama mereka tanpa diganggu mana mana agensi agama yang ditubuhkan diserata dunia, oleh itu lesen untuk preach tentang agama itu adalah satu Tanggungjawab yang besar kerana mereka diberikan kepercayaan untuk jadi contoh kepada orang2 biasa yang mahu contohi sifat sifat mulia yang sewajibnya ditunjukkan kepada mass society.

This respect we’re talking about is what differentiates a person with their little knowledge about religion and those who knows more about religion, yes?

So, mereka haruslah dan sepatutnya menjaga imej yang diberikan, penghormatan yang diberikan dengan penuh tanggungjawab kerana someway somehow mereka diberikan knowledge yang lebih tentang agama masing2 dan lebih berhak untuk bersuara dalah hal hal yang melibatkan agama.

Since they have been given the right to be respected due to their title that their religious body have given, they should be responsible for it because they are the person that mass society will go and seek for an advice whenever there’s dispute or anomalies occurred.

But recently, you can hear or read or see by yourself how all those so called religious people swindling their title for profit motive and shit. How in hell the mass society would respect them for what they are if they misused their title for their own benefit?

Memang manusia tak boleh lari dari buat kesalahan, manusia biasa tak maksum, tak lari dari buat dosa no matter how small it is, but hey, they are what they are because there’s a reason behind it.  So, jaga lah reputasi masing2 dengan penuh tanggungjawab, siapa lagi mass society nak respect kalau depa pun dua kali lima, and kadang kala lagi jahat dari saitan?

Ustaz rogol budak, liwat budak, cabul budak, pope jadi paedophile etc etc. Macam mana society nak respect your religion kalau ahli ahli agama sendiri tak jaga reputasi masing2?

In knowledge society, a doctor with a PhD is respected because they earned the title due to their research and stuff until they earned the title. We respect them because they have gone thru the process of gaining the knowledge with all the hardships  they’ve been thru. We respect them because they have more knowledge than us in their fields. Kita hormat mereka bukan sebab semata mata depa ada PhD, tapi sebab depa tahu lebih banyak tentang apa yang mereka sudah belajar. This is someway somehow the similarities that resembled them religious peeps and those people who possessed the knowledge in their certain fields. That’s my justification.

Agama apa yang tak ajak manusia lakukan kebaikan? Mana ada. Semua ajak benda baik2 je. Tak tau la kalau atheist ada ajak berbuat kebaikan, tapi I believe they have high spirit in humanity and shit. Tu kebaikan jugak.

In the end, Siapa lagi yang kita nak hormat kalau orang orang yang sepatutnya kita hormat tak hormat dengan title yang telah diberikan kepada mereka untuk dihormati?

Let’s discuss this whole shit in a civilized manner.  This is an opinion, not a fact. Press your opinion, justify my view, I’d love to hear it from all of you.

Ciao

3 comments:

PointBlankShot said...

ive been thinking about the same question for sometimes too.

lately memang banyak isu penyelewengan rasa hormat oleh orang2 yang macam ni.

rasa macam zaman dark ages datang balik pun hado. zaman masa churches exploit agama untuk kepentingan orang-orang kuat gereja sendiri.

kalaulah orang yang kononnya certified / ada 'lesen' besar perihal agama ni pun buleh fakap, sementelah orang yang biasa-biasa ni.

who do we need to turn to then?

Miss Cakap Banyak [MCB] said...

Ya know, that's exactly what I have been told in classes.. like almost everyday in school. To be responsible of upholding the images and titles given to us.

Your opinion is cool. As for me, speaking from 'somewhat the subject being discussed about' point of view, sebetulnya insan-insan yang diiktiraf di dalam agama mempunyai sifat amanah dalam memegang tanggungjawab yang lebih besar.

Takkah golongan-golongan 'certified in religion' ni konotasinya 'Duta Agama'? Seharusnya juga menjaga imej sendiri supaya tidak menjadi fitnah kepada agama.

Like you said in the second last paragraph. Akhirnya, masyarakat umum akan memandang serong terhadap agama dan juga ahli-ahlinya. Pastu timbul pula isu sentimental yang tiada kesudahan.

sha said...

BANYAK TANDA2 KIAMAT DAH KELUAR. NILAH SALAH 1NYA. YANG PENTING KITA MUHASABAH DIRI BUAT APA YANG TUHAN SURUH TINGGALKAN APA YANG DILARANG. JUST TUNGGU IMAM MAHDI SETTLEKAN SEMUA NI BIAR DIORANG JAWAB SENDIRI. KITA JUST BUAT APA YANG TERBAIK UTK KITA SENDIRI DAN KELUARGA. BILA TERLALU MEMIKIRKANKAN SGT TAK GUNA SAMPAI IBADAT KITA DENGAN TUHAN TERABAI CTH SOLAT.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

TnC

Every content of this blog may be MY perspectives generally. BTW, i am not trying to pick a fight with any body, just havin some fun for the sake of Laughter.... PLUS, i need your Brain to read this blog. I dont need your brainless head to interpret my perspectives. more? words inside this blog is not suitable in formal occasion, so, take note. There are more fictions than facts in this blog, don't believe the author too much or u'll have headache for the rest of your life... Gyahahahahah~